SITE MAP | PENGIKLANAN | HUBUNGI | DAPATKAN HADIAH MISTERI

Memang Gempaq

info panas | info semasa | info pelik |

.
Memaparkan catatan dengan label kisah menarik. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label kisah menarik. Papar semua catatan

Ayah Dukung Mayat Anak Kerana Tak Mampu Bayar Ambulans


Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !! Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl.

Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. 


Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,-saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya.

Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans.

Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung. Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet.

Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.


Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM.

Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa.

Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya Copy paste,Sebarkan agar Pemerintah tahu nasib rakyat yg tidak mampu..!!!

Kisah Benar Wanita Masuk Bilik Ajak Main - Pak Haji

BERCERITA hal ke luar negara, bila-bila pun pasti akan menghangatkan perbualan. Bagi orang perempuan, hangatnya adalah berkait dengan kegilaan semula jadi mereka - membeli-belah. Bagi lelaki, lain pula kesukaannya.

Orang lelaki paling gemar bercerita hal wanita apabila menyentuh topik kunjungan ke luar negara. Tak kira siapa. Seorang kawan saya yang selalu ke masjid, pun sangat suka bercerita topik ini. Tetapi ceritanya tidaklah macam geng hidung belang.Tersangat geli hati saya apabila mendengar dia bercerita hal wanita pelayan rumah makan di Indonesia yang katanya, jari mereka runcing-runcing belaka.

Sambil itu, dia turut menggayakan cara mereka menyenduk makanan yang menurutnya, tersangatlah indah dipandang! "Yang datang ke sini, jangan kira. Itu dari pulau-pulau. Nak tengok rupa sebenar perempuan Indonesia, jom pergi sana. Kita pergi Bandung, Jakarta atau Surabaya. Yang berselisih di jalan saja pun, kalau kat sini dah boleh jadi film star," katanya.

Seorang lagi kawan, lain pula ceritanya. Tatkala kawan yang tadi bersungguh-sungguh bercerita hal kecantikan wanita seberang, dia pula galak menempelak. "Ah! Mana adalah... yang aku nampak semua gemuk-gemuk je. Tak cantik langsung. Bedaah la haji ni," katanya. Kami yang mengelilingi meja warung tengah malam itu terbahak-bahak ketawa. Seorang kata cantik, yang seorang lagi kata tidak.

Memang, kedua-duanya dari kelompok yang suka melancong ke luar negara dalam pakej eksklusif untuk lelaki sahaja. Jadi, tidak boleh mudah buat kesimpulan bahawa rakan yang mengatakan wanita Indonesia gemuk-gemuk belaka itu jujur dalam kenyataannya. Itu mungkin hanya ayat pelindung!

Akhirnya setelah puas mereka bertekak, baharulah rakan ini mengatakan, dia mungkin sudah kena 'mandrem' dengan isterinya. "Aku teringat, setiap kali aku nak ke sana, bini aku selalu kata, mata tu jaga ye bang!" "Ayat tu dia tak pernah tinggal.

Mungkin juga dia ada 'mandrem' semua perempuan yang aku tengok di sana, aku nampak gemuk-gemuk belaka," katanya langsung mengundang ketawa kami jadi lebih kuat tengah malam itu.

Sekarang memang ramai orang kita yang berulang alik ke negara jiran, naik kapal terbang sudah macam keluar ke pekan. Penerbangan ke beberapa bandar di Indonesia dari KL sudah ada seawal jam 6 pagi. Pukul 8 sudah boleh sarapan di sana. Selesai urusan, petang sudah ada di KL semula. Bukan Indonesia sahaja, ke Vietnam, pun sama.

Sebab itu, antara urusan yang masyhur bagi lelaki di negara jiran ini selain wanitanya, adalah untuk tempah sut yang harganya berkali ganda lebih murah dari di negara kita. RM300 sudah boleh dapat sepasang sut yang tempahannya boleh siap dalam masa sehari.

Ada juga tukang jahit di sana yang simpan rekod ukuran kita untuk ditempah lagi pada bila-bila masa tanpa perlu ke sana. Dengan hanya merujuk rekod yang ada, tempahan disiapkan dan dihantar terus kepada kita melalui pos. Demikianlah cara mereka berniaga yang sekali gus membuatkan saya berasa hairan, mengapalah di negara kita sepasang sut teramat mahal harganya? Paling murah pun RM1,600.

Bercerita hal Indonesia, teringat cerita seorang ustaz perihal geng masjid di negara kita yang buat lawatan ke negara jiran itu. Ketika mereka sedang berehat di hotel, datang seorang lelaki bertanya: "Pak, apa bapak mau masjid?"

Mereka langsung mengiakan ajakan itu. Elok jugalah, boleh buat solat sunat tahiyat masjid dan tengok orang setempat berjemaah. Lalu lelaki itu minta mereka tunggu di kamar kerana katanya, nanti akan ada orang datang ajak mereka ke masjid. Tidak berapa lama menunggu, pintu bilik mereka diketuk. Sebaik dibuka, alangkah terkejut mereka masing-masing kerana yang mengetuk adalah wanita yang hampir tidak berpakaian. Sedikit sangat tutupnya.

Wanita itu pula pantas menarik tangan mereka masuk ke bilik, lalu menutup pintu. Kecohlah jadinya apabila wanita itu dihalau keluar!

Mereka pun mengadu kepada si penjaga. Apabila lelaki itu datang, dia bertanya: "Bapak-bapak, kenapa jadi ribut ya? Tadi bapak sendiri bilang mau masjid!"

"Tak ribut apanya, tadi awak ajak kami ke masjid. Tahu-tahu, mereka ni yang datang, masjid apa ke jadahnya?" kata ahli geng masjid itu. "Ya pak, emangnya masjit ya pak, massage sama pijit (picit), masjit. Saya nggak ngajakin bapak ke masjid tempatnya solat itu ya pak!"


sumber:kerengga

Disebalik Kisah Mengalirnya Air Mata Seorang Guru

Alkisah Cikgu Ibrahim.. Cikgu Ibrahim mengajar di sebuah sekolah rendah. Di depan kelas darjah 4 pada hari pertama persekolahan, beliau memberitahu para pelajar satu pembohongan.

Seperti guru-guru yang lain, Cikgu Ibrahim memberitahu para pelajarnya bahawa beliau sayang mereka secara setara. Tapi mustahil, kerana di depan kelasnya ada seorang pelajar lelaki bernama Jimmy yang tidak bermaya dan lemah semangat.

Cikgu Ibrahim telah memperhatikan Jimmy sejak tahun lepas. Dia ini tak bergaul dengan rakan-rakan sekolah dan suka menyendiri. Pakaiannya dan rambutnya tidak terurus. Nampak comot dan kurang bersih. Cikgu Ibrahim tidak suka kepadanya.

Cikgu Ibrahim tidak berniat nak mengajar Jimmy. Kerja rumahnya yang teruk dipangkah “X” dengan besar-besar tanpa diajar. Peperiksaan bila Jimmy gagal, Cikgu Ibrahim sudi menulis dengan pen warna merah. Kadang-kala terasa juga nak tulis “Padan Muka!” di atas kertas tersebut.

Tiba masa untuk menulis rekod pelajar pertengahan tahun. Cikgu Ibrahim meninggalkan buku rekod Jimmy di bahagian terakhir. Menyampah nak baca dan tulis untuk pelajar yang malas, tak bermaya, tak terurus dan dibencinya ini.

Cikgu Ibrahim menyiapkan laporan untuk pelajar-pelajar yang lain dahulu. Akhirnya tiba giliran buku rekod Jimmy.Mahu tidak mahu, Cikgu Ibrahim terpaksa membaca rekod Jimmy sejak Darjah 1 sehinggalah sekarang sebelum mencatat prestasi Jimmy berdasarkan pengamatan beliau.

Darjah 1:
“Jimmy seorang pelajar yang sangat pintar dan kemas kerjanya. Senyumannya begitu bersemangat sehinggakan seluruh kelas mencontohi tingkahlaku beliau. Beliau mendapat tempat nombor 1 di sekolah dan aktif dalam sukan.”

Darjah 2:
“Jimmy seorang pelajar yang sangat disukai semua guru dan rakan-rakan sekolah. Jimmy masih mengekalkan keputusan cemerlangnya meskipun bapanya terkena penyakit kronik dan ibunya terpaksa sara keluarga. Kehidupan di rumahnya tentu mencabar.”

Darjah 3:
“Bapa Jimmy meninggal. Jimmy cuba sedaya untuk fokus tapi ibunya kerana terpaksa sara keluarga terus mengabaikannya. Bantuan mesti diberikan jika tidak kehidupan keluarga akan ada negatif impak pada Jimmy. Keputusan Jimmy dah mula merundum dan lebih menyendiri. Jimmy dah mula tak buat kerja rumah dan tidur di dalam kelas.”

Setelah membaca ketiga-tiga laporan itu, Cikgu Ibrahim berasa bersalah mempunyai sangka buruk pada Jimmy sejak awal. Beliau sebak seketika dan tidak menulis laporan dalam buku rekod Jimmy.

Rupa-rupanya Jimmy jadi begitu ada kisahnya – Cikgu Ibrahim berasa malu.

Pada sambutan Hari Guru, Cikgu Ibrahim menerima hadiah daripada semua pelajar dalam kelasnya termasuk dari Jimmy. Semua hadiah dibungkus dengan cantik kecuali hadiah Jimmy yang hanya dibalut dengan kertas kuning comot.

Cikgu Ibrahim memilih untuk membuka hadiah Jimmy dulu di depan kelas. Rakan-rakan sekelasnya ketawa hadiah comot yang dihadiah oleh Jimmy. Dalamnya ada satu cincin dan sekotak bedak usang.Cikgu Ibrahim menyuruh kelasnya diam. Beliau memakai cincin tersebut dan meletakkan sedikit bedak di lehernya.

Jimmy tersenyum tapi tidak berkata apa-apa. Ini pertama kali Cikgu Ibrahim melihat Jimmy tersenym.Selepas habis sekolah, Cikgu Ibrahim terserempak Jimmy yang menunggu di tepi keretanya seorang diri.

“Apa hal Jimmy?”

“Tak ada apa. Cuma nak beritahu, Cikgu hari ini bau dan nampak seperti bapa saya. Terima kasih,” kata Jimmy sebelum beredar.Masya-Allah. Mata Cikgu Ibrahim menjadi merah.

Mulai hari itu, Jimmy menjadi pelajar yang diberi perhatian khusus oleh Cikgu Ibrahim. Cikgu Ibrahim berhenti mengajar matematik, menulis dan membaca. Beliau kini mula mendidik para pelajarnya sebagai seorang ibubapa.

Hubungan Cikgu Ibrahim dengan Jimmy bertambah baik. Jimmy memberikan perhatian dalam kelas dan setiap kata Cikgu Ibrahim. Pada akhir tahun, Jimmy kembali mendapat nombor 1 di dalam sekolah.

Pada akhir tahun darjah 4, Jimmy meninggalkan sekeping nota di kereta Cikgu Ibrahim.“Cikgu adalah cikgu terbaik di dalam hidup saya. Dalam pepatah Cina, satu hari sebagai cikgu saya ialah sama dengan seumur hidup menjadi bapa saya. Saya sayang cikgu. Terima kasih kerana memakai bedak dan cincin bapa saya. Akhirnya, saya jumpa bapa saya kembali ke sisi saya.”

Cikgu Ibrahim sekali lagi menitis air mata.

Semenjak itu, Cikgu Ibrahim dan Jimmy menjadi sangat rapat sehinggalah ke sekolah menengah yang hanya di depan sekolah rendah. Setiap kali Jimmy mendapat keputusan cemerlang, Jimmy akan mengirimkan nota, “Cikgu masih cikgu terbaik dalam hidup saya. Tanpa cikgu, takkan ada Jimmy hari ini.”

Sebelum Jimmy ke Universiti di sebelah selatan, Cikgu Ibrahim mengajak Jimmy berjumpa untuk memberikan sedikit duit sebagai bekalan.

“Cikgu harap hubungan ini berterusan sampai akhir hayat,” kata Cikgu Ibrahim.

Jimmy berfikir sejenak…

“Apa kata cikgu jadi ayah angkat saya? Macam ini, pasti takkan putus hubungan,” kata Jimmy.

“Cikgu dah lama anggap Jimmy sebagai anak. Cuma Jimmy tak panggil ayah saja lagi,” jawab Cikgu Ibrahim.

Jimmy terus memeluk Cikgu Ibrahim, “Ayah. Saya dah lama nak panggil ayah. Sejak bapa tiada, anakanda dah lama anggap cikgu sebagai ayah. Kalau bukan ayah masih percayakan anakanda darjah 4 dulu, anakanda dah tak tahu hanyut ke mana.”

“Terima kasih anakanda. Ayah yang patut ucap terima kasih. Ayah selama ini tak tahu mendidik sehinggalah ayah terjumpa anakanda darjah 4 lalu,” jawab Cikgu Ibrahim.

Selamat Hari Guru.


sumber:sentiasa panas

Disebalik Kisah Sari Takut Hamil Kerana Sering Muntah -Muntah


SARI mengadu kepada ibunya tentang hal buruk yg menimpanya. . . . .

SARI : (ketakutan) Maakkk, mana bapak?

IBU : Bapak keluar...ngko dah kenape?!

SARI : (dgn nada pelan) minta maaf Mak...kemungkinan Sari hamil.

IBU : (terkejut) Apa?

SARI : (gementar) Ya, hamil.

IBU : Aaahh...tak mgkin, ko cuma sakit je tu... ko pi rehat je situ...

SARI : Tapi sejak kebelakangan ini...Sari selalu muntah2, Mak.

IBU : (rasa geram) Aaahh...paling2 pun masuk angin je ko itu.. pi beli minyak angin... sembuh jugak ko tu nanti.

SARI : (tersedu-sedu) hikss...hikss...tapi kenapa skrg Sari suka makan yg masam2, Mak . . . ?

IBU : (dgn kesal sambil menjerit) Cukup2 la kau berangan SARIPUDDIN. Mak lempang jugak ko nanti. Pondan mana boleh beranak!!!!!

Disebalik Coretan Ibu Tak Sayang Padamu

Untuk berkongsi bersama....

Duhai Anak.. tak dapat aku bayangkan..
jika aku yang berada ditempatmu..
terjelepuk hina tak mampu berbuat apa..
yang diamanahkan sebagai pelindungmu telah menghumbanmu..
untuk menutup aibnya..

Duhai Anak.. sedihnya realitimu..
sedang manusia keliling tergamam..
dan tak mampu lakukan apa-apa..
duhai anakku.. doaku mati mu biar kesyurga..
hidupmu agar tak terus dihina..
kerana statusmu .. yang paling pedih..
Ibu mu sendiri tidak pernah mahu padamu..

Duhai Anak.. kita punya Allah..
jangan bimbang Ibu mu tak sayang padamu..
kerana Allah tidak pernah..
melupakan kita.. Sabarlah sayang

Balasan Terhadap Mayat Isteri Yang Suka Melakukan Zina

Apabila timbulnya cerita pelik, sudah pasti kita agak sukar untuk mempercayainya. Namun di dunia ini, tiada perkara yang mustahil untuk berlaku kerana Allah SWT telah menetapkan bahagian seseorang itu. Tetapi ingat, kita perlu sentiasa mengikut segala perintah Allah SWT dan meninggalkan perkara yang dilarangNya. Kisah ini sebenarnya adalah artikel yang diambil dari sebuah majalah Mastika. Jom ikuti kisah tentang mayat seorang isteri yang suka melakukan zina.

Kadar gejala seks bebas kian meningkat dalam masyarakat hari ini. Lebih menyedihkan ianya bukan sahaja melibatkan remaja malah lebih ramai di kalangan individu dewasa yang bujang mahupun yang telah berkahwin! Seperti yang pernah penulis kisahkan tentang kecurangan isteri dan balasan yang diterima akibat perbuatan menduakan suami, kini sekali lagi penulis ingin menceritakan azab seksa seorang wanita yang berkahwin tetapi masih melakukan seks bebas.

Kisah ini diceritakan kepada penulis oleh Bomoh Pakar Rawatan Sakit Cinta, En. Idris Zakaria yang kini menetap di Kampung Tasik Berangan, Pasir Mas, Kelantan. Kini beliau bergiat cergas berikhtiar mengubati masalah rumah tangga dan masalah cinta tidak kesampaian, mendapat cerita ini dari kes-kes yang telah diadukan kepadanya. Semoga kita mendapat manfaat dan pengajaran darinya.

“Dalam saya merawat seorang pesakit, saya telah dikhabarkan satu kisah tragis mengenai seorang isteri curang. Jamilah isteri kepada Husin masih jelita walaupun telah beranak pinak. Beliau pandai bergaya, bertudung litup, berkulit putih dan memiliki bentuk badan yang menarik. Jamilah mendapat sumber kewangan dengan cara berniaga kecil-kecilan iaitu dengan menjual beras seludup dari Thailand bagi membantu suami yang ketika itu hanya seorang petani di kampung.

Ketika itu kegiatan penyeludupan beras tidak dikawal oleh kerajaan seperti sekarang maka ramai para wanita melibatkan diri dengan berniaga beras seludup dari Thailand.Pendapatan hasil penjualan beras seludup tidak seberapa hanya boleh menampung hidup seharian sahaja.” Jelas En.Idris.

Suami Jamilah Husin berumur 50an ( bukan nama sebenar ) merestui pekerjaan isterinya itu. Husin juga nampak tidak selincah isterinya, beliau berjiwa lembut dan menurut apa sahaja kata isterinya tanpa banyak bantahan. Semakin lama peranan Husin sebagai ketua keluarga semakin pudar dek ketidaktegasan dirinya terhadap Jamilah yang semakin bebas ke sana ke mari.

Husin baik dan jujur orangnya dan tidak banyak perangai. Jamilah keluar masuk rumah dan melakukan pekerjaan kadang-kadang pulang lewat malam bahkan pernah juga tidak pulang untuk sehari dua tidak menjadi masalah pada Husin. Husin percaya akan apa yang Jamilah lakukan demi mencari wang dan membela nasib keluarganya.

Ramai wanita sekitar kampung Jamilah melakukan pekerjaan menjual beras seludup namun ianya hanya sekadar boleh menyara kehidupan ala kadar sahaja. Berbeza dengan Jamilah yang menampakkan sedikit mewah dengan gelang dan rantai emas yang banyak pada tubuhnya. Ramai orang mempertikai akan kelebihan Jamilah menampakkan mewah sebegitu. Maka ada beberapa orang yang ingin tahu bagaimana dia bekerja, sedangkan ramai juga yang melakukan pekerjaan sama namun tidak semewah Jamilah.

Semenjak itu banyak mata yang mengintip setiap pergerakan Jamilah tanpa disedarinya. Pada mula-mulanya rahsia Jamilah terbongkar ketika pihak Imigresen Thailand membuat pemeriksaan di sempadan maka tertangkap beberapa orang yang cuba menyeludup masuk beras dari Thailand termasuklah Jamilah ditahan sama ketika itu.

Namun setelah beberapa jam kemudian nampak Jamilah dilepaskan oleh seorang pegawai kastam Thailand dengan muka yang senyum dan beras seludupnya juga selamat dibawa balik ke Malaysia. Beberapa orang lain yang menyeludup masuk beras terpaksa membayar denda dan beras terpaksa dirampas Sikap tidak puas hati rakan-rakan penyeludup lain mula membuak-buak mengapa Jamilah terlepas sedangkan mereka menerima nasib sebaliknya. Maka siasatan dibuat oleh beberapa orang yang tidak puas hati berkenaan. Maka pada suatu hari mereka mendapat tahu rupa-rupanya Jamilah telah memberikan rasuah dengan Pegawai Kastam Thailand berkenaan dengan meniduri dirinya.

Malah rasuah tersebut bukan sekali dua bahkan telah banyak kali berlaku setiap kali tidak boleh membolosi diri ditahan Kastam Thailand di sempadan. Tidak lama kemudian dapat lagi berita mengatakan Jamilah juga membuat perniagaan sampingan ketika berada di Thailand. Rupa-rupanya Jamilah memperdagangkan tubuhnya sebagai pelacur dengan lelaki Thailand. Maka tidak mustahil Jamilah mampu membeli emas yang banyak.

Maka heboh diceritakan akan kisah Jamilah yang sedemikian rupa, orang ramai tidak hairan dengan kemewahan yang Jamilah miliki malah dicemuhi dan dipandang jijik terhadapnya oleh orang kampung serta masyarakat setempat. Tergamak Jamilah melakukan perkara terkutuk sedemikian semata-mata mencari sedikit kemewahan. Husin telah diberitahu gejala isterinya itu namun Husin tidak percaya cerita sedemikian dan membuat tidak tahu sahaja.

Husin yang sudah lewat 50an mungkin juga tidak segagah dahulu lagi manakala Jamilah berusia lewat 40an masih bernafsu tidak mustahil ianya satu perlakuan yang terdesak disamping minat pada wang. Husin hanya berserah pada Allah, hendak menuduh isterinya curang beliau tidak mempunyai cukup bukti dan tidak melihat dengan mata kepala sendiri.

Selang beberapa tahun kemudian Jamilah diserang sakit kepala lalu demam dan jatuh sakit. Makin hari makin teruk sakit Jamilah. Selang beberapa minggu kemudian Jamilah mengalami nazak yang teruk. Pada hari sakaratul maut Jamilah dikatakan menyalak seperti anjing untuk beberapa kali kurang daripada sepuluh salakan sebelum nyawanya habis. Jamilah habis nyawa dalam keadaan menyedihkan matanya terbeliak manakala lidahnya terjelir. Ahli keluarga yang berkumpul turut merasa pelik akan kelakuan Jamilah menyalak sebelum menghembuskan nafas terakhir dan mati dalam keadaaan yang sebegitu.

Upacara kematian seperti biasa orang kampung lakukan bagi menyempurnakan jenazah Jamilah. Setelah dikafankan liang lahad disukat dan digali tibalah masa untuk dikebumikan. Sebaik sahaja jenazah Jamilah dimasukkan ke liang lahad tiba-tiba didapati panjang liang lahad itu tidak mencukupi untuk menyimpan mayatnya. Mayat Jamilah diukur semula dan liang lahad di panjang sekali lagi namun masih tidak cukup panjang lagi. Diulangi kali ketiga dipanjangkan lagi liang lahad itu pun begitu juga masih tidak cukup panjang. Satu kejadian luar biasa telah berlaku mayat Jamilah disimpan begitu tanpa memanjangkan lagi liang lahadnya.

Setelah semua keluarga pulang ke rumah tiba masa untuk Husin membuat sijil kematian Jamilah pada hari itu juga. Bila diminta kad pengenalan daripada anak perempuannya kata anaknya itu, “Allah, abah sewaktu mengkafankan mayat ibu saya terletak kad pengenalan atas jenazah mak, bermakna kad pengenalan itu ada bersama mayat mak dalam kubur” Husin agak terganggu memarahi anak perempuannya itu namun terpaksa memanggil penggali kubur di situ agar menggali kembali liang lahad kubur arwah Jamilah yang baru beberapa jam dikebumikan tadi.

Maka kubur itu digali semula, alangkah terkejutnya beberapa orang yang mengikut Husin termasuk diri saya sendiri melihat mayat Jamilah telah didatangi beberapa ekor ulat seperti lintah namun bertaring menggigit tubuh mayat Jamilah. Husin mengenepikan beberapa ekor ulat itu beberapa kali namun ulat yang sama itu kembali ke tempat asal di mana ianya menggigit tubuh mayat Jamilah tadi. Kejadian itu amat pelik sekali.

Setelah itu mayat Jamilah terpaksa dipusingkan agar tangan boleh diseluk ke dalam bungkusan kain kafannya untuk mendapatkan kad pengenalannya. Dalam mengiringkan mayat Jamilah itu sekali lagi kejutan berlaku. Terdapat beribu-ribu ekor ulat seperti lintah bertaring itu berada di bawah mayat Jamilah . Segera kami menimbusnya kembali setelah berjaya mendapatkan kad pengenalannya itu.

Saya tidak dapat membayangkan akan apakah rahsia sebenarnya kejadian yang Allah pertunjukkan sebegitu. Namun saya terasa agak seram dan insaf bila melihat kejadian aneh sebegitu buat pertama kali dalam sejarah hidup saya. Di dunia lagi Allah sudah menunjukkan azabnya apatah lagi diakhirat kelak.

Saya boleh memberikan gambaran atas kejadian begitu bahawa kita manusia tidak boleh lari daripada azab pembalasan jika melakukan salah yang besar atau dosa yang besar. Bagi isteri-isteri tetapkan iman, jangan berlaku curang pada suami kita nescaya dosanya amatlah besar.

Dosa berzina sudah cukup besar tidak tertanggung bagi yang masih bujang, apatah lagi wanita yang bergelar isteri melakukan zina. Nauzubillah…hanya Allah sahaja yang mengetahui akan azabnya kelak.

Di dunia lagi sudah Allah tunjukkan maka sama-sama kita ambil iktibarnya supaya ianya tidak berulang lagi dimasa hadapan pada diri kita atau keluarga kita, minta disisihkan Allah…..

Kisah Benar Gadis Pelajar Kolej Pernah Terlanjur Dengan Lapan Lelaki

“Ibu mana yang tak sayang anak, walaupun dia dilahirkan tanpa diminta, pengalaman mengandung dan melahirkannya selepas ‘bersama’ selama sembilan bulan nyata membuatkan kasih saya kepadanya tidak berbelah bagi.

“Walaupun dia dilahirkan sebagai anak luar nikah dan keluarga terutama ayah tidak dapat menerima kehadirannya saya terpaksa relakan dia diserahkan kepada keluarga angkat apabila semua proses dokumentasinya selesai,” kata remaja terlanjur yang ingin dikenali sebagai Izzati, 22, ketika ditemui di sebuah rumah perlindungan di sini, baru-baru ini.

Remaja yang berasal dari Puchong ini berkata, sebaik saja ibu bapanya dimaklumkan doktor yang dia mengandung tujuh bulan, dia dihantar ke rumah perlindungan bagi mengelakkan berita mengenai kandungan itu diketahui adik beradik mahupun ahli keluarga lain terutama jiran.

Menurut anak sulung daripada empat beradik itu, jika dia mampu mengubah masa silamnya, semua teguran dan nasihat ibunya pasti dituruti dan kerana kebodohan dirinya yang memberontak gara-gara dikongkong akhirnya memakan diri sendiri.

Katanya, segalanya bermula apabila dia melanjutkan pelajaran ke kolej untuknya melarikan diri jauh daripada keluarga terutama ibu yang sering menjadikan dirinya tempat melepaskan marah setiap kali adik-adiknya membuat kesalahan. “Dengan memberikan alasan kerja kursus banyak, saya bebas untuk tidak pulang ke rumah pada hujung minggu walaupun jarak antara rumah dan kolej tidak jauh.

Masa yang ada saya keluar bersama teman lelaki. “Walaupun baru berkenalan dua bulan, saya tidak sangka yang dia (teman lelaki) memaksa saya melakukan perbuatan asmara dan akhirnya dia pergi tanpa alasan munasabah,” katanya yang baru melahirkan anak lelaki awal Mac lalu.

Izzati berkata, kecewa dengan tindakan bekas teman lelakinya itu, dia berkawan dengan seorang lagi lelaki lain, namun nasibnya tetap sama apabila lelaki berkenaan juga mengambil kesempatan serta memberi jaminan yang dia tidak akan mengandung sebelum meninggalkannya.

Dia mendakwa, gara-gara takut membeli alat ujian kehamilan dia tidak sedar yang kandungannya sudah mencecah tujuh bulan sehinggalah kedua orang tuanya membawanya ke klinik kerana hairan melihat perubahan pada dirinya.

Menurutnya, selepas dimaklumkan doktor yang dia mengandung, dunia dirasakan kelam dan apa yang lebih sedih apabila melihat wajah emak yang kecewa malah ayah ketika itu seakan orang hilang pertimbangan meraung tidak dapat terima hakikat yang anaknya mencipta aib buat keluarga.

“Sehingga kini hanya emak dan ayah yang tahu kisah sebenar dan di mana saya berada, jika adik-beradik bertanyakan kenapa ‘kakak’ tidak balik, emak memberi alasan ‘kakak’ sibuk dengan kelas dan kerja kursus,” katanya.

Wa Allahu'alam.. 


sumber:

Kisah Benar Taubat Gadis Kaki Kelab Malam

Taubat Gadis Kaki Kelab Malam | Memang jarang dapat bertemu seorang gadis berkelulusan peringkat ijazah dari universiti tempatan, memilih kerja sebagai pengawal keselamatan.Pekerjaan yang kerap dipandang rendah olah masyarakat itu, bukan saja tidak setaraf dengan kelulusan yang dimiliki bahkan seakan tidak sesuai dengan fizikal wanitanya yang kecil molek.

Peluang berkongsi cerita dengan Diana, 26, (bukan nama sebenar) bukan mudah kerana gadis ini awalnya memilih untuk menyimpan segala cerita peribadi tentang dirinya.Namun setelah dipujuk dan diyakini kisah ini bukan untuk membuka aib sesiapa, dia akhirnya bersetuju.

Kata gadis berkulit cerah ini, kisah hitam dirinya bermula dari zaman universiti, selepas mula mengenal pusat hiburan dan kelab malam."Saya memang anak jati Kuala Lumpur, lahir dan dibesarkan di ibu kota ini. Kehidupan keluarga saya memang sederhana, kami tinggal di rumah pangsa yang terletak betul-betul di tengah bandar.

"Sejak memasuki universiti saya dapat rasakan kehidupan saya begitu bebas, umpama burung yang terlepas dari sangkar. Saya rasakan seolah dunia ini saya yang punya."Walau seronok ke kuliah bertemu rakan-rakan baru, dunia kelab malam lebih mengujakan saya," katanya memulakan bicara.

Bagi Diana, seakan satu rutin yang tidak lengkap jika sekali dalam seminggu tidak mengunjungi tempat-tempat hiburan tersebut.Namakan apa sahaja kelab di sekitar Lembah Klang yang terkenal, semuanya pernah dikunjunginya.

Rutin tersebut menjadi-jadi setiap hari Rabu malam Khamis kerana Ladies Night, iaitu pada malam tersebut wanita tidak perlu mengeluarkan sebarang belanja untuk makan dan minum kerana kosnya dibiayai lelaki.Sesuai sangatlah untuk pelajar sepertinya yang belum memiliki sebarang pendapatan selain bantuan pinjaman pelajaran.

"Daripada seminggu sekali menjadi dua kali seminggu saya, ada kalanya hampir setiap malam. Memang rasa tidak lengkap hidup jika tidak ke kelab malam. Mulanya hanya minum air berkarbonat kemudian sedikit demi sedikit belajar minum arak.

"Asalnya saya diperdaya tetapi apabila berasakan nikmatnya, saya mula sedap meneguk air haram tersebut. Langsung tiada rasa bersalah, malah makin teruja menikmatinya dengan iringan muzik dan tarian yang melalaikan," cerita Diana dengan nada tersekat-sekat.

Bertemu kekasih

Selepas hampir setahun bergelumang dengan aktiviti kelab, Diana akhirnya dipertemukan dengan seorang lelaki yang dikatakan mengambil berat tentang dirinya.Perkenalan Diana dan Hafiq (bukan nama sebenar) diatur oleh seorang rakan."Saya seronok berkenalan dengan Hafiq. Sejak berkenalan dengan dia yang boleh dikategorikan berada, saya makin dimanjakan, hidup saya juga makin mewah dengan barangan yang berjenama dan mahal.

"Pernah rakan sebilik bertanya aktiviti saya, namun bagi saya rakan sebegitu hanya mahu menjaga tepi kain orang sahaja. Walau sibuk dengan teman baru, saya tidak pernah diabaikan pelajaran. Segala tugasan mampu disiapkan dan keputusan peperiksaan juga boleh dikatakan baik.

"Apapun, aktiviti luar tetap berterusan. Biasanya, setiap kali habis kuliah, Hafiq sudah menunggu saya di luar kawasan universiti dengan kereta mewahnya. Memang saya bangga apabila ada kawan-kawan yang memandang," akuinya.

Namun kegembiraan tersebut tidak lama, apabila Hafiq ditakdirkan menemui ajal dalam satu kemalangan jalan raya yang tragis.Diana yang sukar menerima hakikat, semakin ligat bertunggu-tangga di kelab malam atas alasan untuk mengubati kesedihan dan kerinduan terhadap Hafiq.

Bertaubat

"Entah kenapa saya jadi begitu, langsung tidak terfikir untuk bersolat atau bertaubat selepas teman lelaki meninggal dunia. Saya semakin hanyut, lelaki silih berganti dalam hidup saya."Tidak perlulah saya bercerita pada kakak apa aktiviti saya secara terperinci, cukuplah saya katakan di sini bahawa kehidupan di kelab malam memang menghancurkan," ujarnya dalam nada lebih serius.

Dalam pada itu, Diana mengakui ibunya merupakan insan paling sedih dengan keadaan dirinya yang semakin tidak tentu hala.Dia tahu setiap hari ibunya berdoa agar dirinya berubah dan kembali ke pangkal jalan.Mujurlah, segala yang berlaku tidak membuatkan Diana terkandas dalam pelajaran dan akhirnya memperoleh segulung ijazah.

"Satu petang saya mendengar azan Maghrib yang sayup di balkoni kediaman ibu saya. Ketika itu hati berasa begitu sayu dan malu kepada Allah. Saya menitiskan air mata tanpa henti. Tangisan saya jadi makin kuat dan akhirnya ditenteramkan ibu.

"Alhamdulillah pelbagai peristiwa terjadi dan membuatkan saya jatuh terduduk, namun ibu bapa saya tetap menerima saya dan masih mahu membimbing saya ke jalan yang benar."Kenapa saya tidak mahu bekerja mengikut kelayakan saya kerana bagi saya biarlah saya bertugas dekat

dengan kediaman ibu bapa saya yang sudah tua, saya mahu menabur bakti kepada mereka dan pada masa yang sama kepada masyarakat juga.Biarlah, walau saya memiliki ijazah

seka kalau inilah pekerjaan yang boleh membuatkan saya tenang, saya reda," katanya yang memilih pekerjaan tersebut kerana mahu mengenal erti kepayahan, menguji kesabaran di samping membentuk disiplin diri.

Hampir tiga bulan bekerja, Diana berjaya dinaikkan pangkat dan kini dia bukan sahaja bahagia dengan kerjayanya, malah bakal menamatkan zaman bujang bersama jodoh pilihan ibunya yang berstatus seorang ustaz.

Sumber

Misteri Kanak-Kanak Ghaib Dipercayai Masuk Ke Alam Lain Belum Ditemui Hingga Sekarang

Misteri Kanak-Kanak Ghaib | Sudah 18 tahun berlalu. Kalau Ting Song Sheng masih hidup, usianya kini 27 tahun. Namun sampai sekarang, Song Sheng yang hilang pada 15 Januari 1996, masih tidak ditemui. Di mana dia?Kepada yang tidak mengetahui kisah ini, untuk pengetahuan anda, Song Sheng hilang ketika menunggu bas di Sekolah Rendah Jenis Kebangsaan (Cina), Taman Rasah, Klang untuk pulang ke rumahnya. Ada pihak mendakwa dia telah dilarikan sindiket lalu dijadikan pengemis di Thailand. Kalau benar, mengapa sampai sekarang pihak berkuasa negara berkenaan gagal mengesannya?

Gan Kim Choo dan isterinya, Tin Kuwi Diun telah menghabiskan wang sebanyak RM40,000 untuk mencari Song Sheng, termasuk menggunakan khidmat 80 orang bomoh, namun semuanya hampa.Apa sebenarnya yang berlaku kepada Song Sheng?

Kehilangan Song Sheng memang misteri, tapi kes kehilangan seorang kanak-kanak di Kampung Gantuk, Mentakab, Pahang, pada 28 November 1998 lebih pelik. Pagi itu Zulaiha Muhamad, 6, bermain dengan adiknya, Muhamad Nur Rahman, dua setengah tahun, di bawah pokok jambu mawar di halaman rumahnya. Ibu mereka, Kamariyana Osman pula sibuk menyapu sampah.

Oleh kerana sakit perut, Kamariana meninggalkan mereka dan bergegas ke tandas. Namun sekembalinya Kamariyana ke halaman, didapatinya Zulaiha tiada. Ke mana menghilangnya Zulaiha? Muhammad Nur berlari datang dari balik sebatang pokok sambil menjerit-jerit. Dia menangis dan memberitahu bahawa kakaknya itu jatuh di pangkal pokok jambu tersebut.Kalau setakat jatuh, mengapa Zulaiha tiada di situ? Muhamad Nur tidak dapat memberikan jawapan.

Usaha mencari dilakukan segera. Pihak polis menghantar anjing pengesan, beberapa buah bot dan helikopter untuk menyusuri Sungai Semantan yang terletak 200 meter dari rumah Kamariyana. Namun Zulaiha tidak ditemui. Selepas lebih hampir dua minggu berusaha, akhirnya operasi itu terpaksa dihentikan.

Bagaimana Zulaiha boleh ghaib dalam waktu yang sebegitu cepat? Ada pendapat mengatakan kanak-kanak itu pergi ke Sungai Semantan dan lemas. Persoalannya, kalau benar begitu, kenapa tiada seorang jiran pun yang melihatnya sedangkan Zulaiha memerlukan kira-kira 10 minit untuk ke sana.

Zulaiha lemas di sungai? Kalau benar, kenapa tidak ada kesan tapak kaki, seliparnya mahupun kesan tergelincir di tebing sungai? Mengapa mayatnya tidak dijumpai? Dia diculik? Soalnya, mengapa ramai jiran yang pagi itu berbual dan mengemas halaman tidak melihat kejadian tersebut. Juga tidak kedengaran langsung suara jeritan, raungan atau kesan pergelutan.

Kedua, kenapa Muhamad Nur tidak diculik sekali? Muhamad Nur malah tidak memberitahu pun ada seseorang telah membawa Zulaiha pergi.

Andaian yang tinggal sekarang sangat aneh. Ada pihak yang mengatakan, Zulaiha sebenarnya telah dibawa ke alam lain. Dia telah disedut masuk ke dalam dunia ghaib oleh makhluk halus yang tinggal di pangkal pokok jambu mawar!

Apatah lagi menurut bapa kanak-kanak tersebut, Muhamad Petah, 42, berlaku kejadian-kejadian pelik sebelum Zulaiha hilang. Pertama, anaknya, Siti Rofeah pernah terhidu bau wangi di pangkal pokok tersebut dan bau itu melekat pada badannya selama beberapa hari.

Esoknya, seekor kucing mereka enggan masuk ke rumah dan hanya mahu tidur di bawah pokok berkenaan. Seorang bomoh yang cuba mencari Zulaiha pula tiba-tiba berasa tubuhnya bagaikan ditarik oleh suatu kuasa ghaib ke arah pangkal pokok jambu itu. Puas dia mengelak hingga tubuhnya terpelanting.

Kalau kisah itu belum cukup misteri, bagaimana dengan peristiwa ini pula. Pada pukul sekitar pukul 10.30 pagi, 6 November 2004, Baharudin Sallehuddin, 6, bersama adiknya, Budin, 5, dan Asmira, 3, hilang ketika bermain-main berhampiran pondok yang dibina oleh bapanya di ladang getah Felcra Mambang Seberang, Paloh Hinai, Pekan, Pahang.

Misterinya ialah ketiga-tiga beradik ini ditemui semula lima hari kemudian di sebuah pulau kecil dipenuhi belukar dan dikelilingi paya, enam kilometer dari pondok tempat kali terakhir mereka dilihat!

Apa yang berlaku kepada mereka? Kisah yang diceritakan oleh tiga beradik ini sangat pelik. Kata Baharudin, akibat leka bermain, mereka telah berjalan hingga 1.5 kilometer dari pondok tersebut. Ketika itulah mereka terserempak dengan seorang lelaki berbadan sasa yang membawa seekor anjing berwarna hitam.

Lelaki itu mengarahkan Baharudin, Budin dan Asmira duduk di belakang anjing tersebut, lalu haiwan itu membawa mereka bersiar-siar. Sampai di suatu tempat, anjing tersebut melompat melepasi sebatang parit selebar 10 meter yang memisahkan Felcra Mambang Seberang dengan kawasan sekitarnya.

Tiga beradik tadi terus dibawa bersiar-siar sehingga sampai di Tanjung Cempaka, Lepar, enam kilometer dari Felcra Mambang Seberang. Lewat petang, lelaki berbadan sasa yang dipenuhi bulu itu mengarahkan pula anjingnya berenang merentasi sebuah paya.

Sambil membawa tiga beradik itu di atas belakangnya, anjing tersebut berenang sehinggalah sampai di sebuah pulau yang dipenuhi belukar. Sekeliling pulau itu hanyalah paya yang sedalam 1.2 meter. Baharuddin dan adik-adiknya diturunkan dari belakang anjing berkenaan.

Menjelang senja, datang seorang nenek dan memberikan mereka buah-buahan. Di situlah Baharudin, Budin dan Asmira terdampar, hinggalah ditemui oleh polis lima hari kemudian, iaitu pada pukul 5.45 petang 10 November 1995.

Pembaca sekalian, apa yang berlaku ini memang misteri. Akal yang waras tidak dapat menjawab persoalan bagaimana tiga beradik itu boleh sampai di pulau berkenaan. Mustahil juga mereka boleh pergi ke tempat sejauh itu dan melintasi parit selebar 10 meter, kalau tidak dibantu oleh `sesuatu.’

sumber

Kisah Gadis Cina Memeluk Islam Yang Perlu Kita Baca

Kisah Gadis Cina Memeluk Islam | saya suka budak cina ni ... baca apa yg dia tulis tentang nama cina pada IC tapi agama islam

Assalammualaykum to my dearest readers
Ok today.. my blog is regarding my name.
last month I went to collect my identity card from JPN. Alhamdulillah , it was done after such a long process.

Then..suddenly I recall an incident that happened when I was attending a talk regarding Shalat. This talk was registered by my boss from my working place ( All Praise to Allah, my boss sayang me so much and she reserved this ceramah agama seat for me )
So I was searching my name on the attendance sheet…… and I found this :
Sophea Ng bt Abdullah

Hmm…. Since when my father become Abdullah?
Then I took my pen and draw a line on the name, and I wrote my name beside it --- Ng Pooi Kheng.
And then there was a pretty lady ( the person incharged of the attendance ) looked at me with a very unusual eye sight and asked :
“ ni ke nama betul?”
“ya Cik , ni nama saya.” I answered.
“eh.. betul ke ?” she asked again.
“ ya Cik.” I answered again , with a big wide smile *wink* ,

xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx
Hmmm….. lots people still dunno that it is not compulsory to change the name after someone embrace Islam.
I was once asked by someone :
XX :“ tahniah dah masuk Islam.. nama baru ?”
ME : “oh… saya takde nama baru.”
XX : “yang orang lain dok panggil Sophea tu?”
ME : “ooh tu nama panggilan. Dalam IC tak tukar.”
XX : “ekk apasal pulak? Kena lah tambah bt Abdullah kat belakang.”
ME : “yea boleh kalau nak tambah BT ABDULLAH.. tapi kalau x tambah pun takpe. Tak wajib.”
XX : “ ehhh kenalah tambah. Ng Pooi Kheng tu nama orang cina. Dah masuk Islam kena tukar nama , baru lar orang lain tau dah tukar agama.”
ME : “ Saya tukar agama , tapi saya tak tukar bangsa.”
Don’t worry , I answered it in a very nice way and smile of course… *ngeeee*
xxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Ng is my surname -- 黄 (huang2)
Pooi Kheng is my name -- 佩琼 (pei4 qiong2)
My name roughly means --- fine , nice, good things and happiness.
For me…it might not be an Islamic name. but my name was given by my parents. It is just like the first gift they gave me when I was born. I appreciate my name so much.

And again.. embraced Islam doesn’t mean I turn myself into a Malay or Arabian. Not to be racist, but I am sure all of us are proud of our own blood. Same goes to me. I was a Chinese, and the only thing changed is… I am now a Chinese Muslim ( Allah is the Greatest)
Islam is a peaceful religion, that teach and guide us towards the right pathway.

The beauty of Islam should be seen through our attitude , personality , our life , our heart and our soul…. Not through our name.
But anyway…. You can still call me anyway u like.. depends on how close we are
Ng , Angie , Sophea , Sophy , ah kheng , pooi kheng, kheng kheng….et c. hehehe
if we are close enough , no matter how u called me , I will sure recognize you
that’s all I want to share.

Chinese is my root ; Islam is my way of life.
forgive me if my sentences offended anyone. Allah knows the Best.
Lots of love
Wa'laykumussalam
Regards,
Sophea Ng, 佩琼。

Kisah Benar Isteri Sarat Mengandung Pergi Berurut Suami Buat Projek Dengan Amah

“Sudah hampir lima tahun saya tidak ‘bersama’ isteri. Setiap kali ingin melakukannya, nafsu saya seperti disekat dan tak bermaya. Bagaimanapun, keadaan berbeza apabila saya melihat perempuan lain.

Saya yakin masalah ini berpunca daripada silap saya sendiri yang curang dengan pembantu rumah hingga menyebabkan wanita dari seberang itu menggunakan ilmu hitam untuk merosakkan rumah tangga saya. Ini bukan tuduhan melulu kerana saya ada beberapa petunjuk dan bukti berasas.

Mulanya saya sangka menghadapi masalah lemah tenaga batin. Hasil perbincangan dengan isteri, kami berjumpa doktor untuk mendapatkan kepastian. Namun, pemeriksaan mengesahkan saya tidak mengalami sebarang masalah seksual.

Berikutan itu saya dan isteri berbincang dengan anggota keluarga dan mereka mencadangkan saya mencuba perubatan secara Islam kerana mungkin ada orang menggunakan cara halus untuk merosakkan rumah tangga kami.

Selepas berubat di pusat rawatan Islam, kami terkejut apabila ustaz memberitahu saya mungkin terkena sihir dilakukan orang yang pernah duduk serumah dengan kami.Selepas dimaklumkan begitu, saya terus teringat ketika isteri melahirkan anak lima tahun lalu, saya mengambil seorang pembantu rumah untuk me*nguruskan rumah sepanjang dia dalam pantang.

Sepanjang dua bulan amah berusia 30-an itu bekerja, saya pernah terlanjur dengan wanita itu selepas tidak tahan dengan godaannya. Kami berzina ketika isteri tiada di rumah kerana pergi melakukan urutan selepas bersalin dengan bidan.

Layanan amah itu kepada saya memang baik. Setiap kali pulang kerja, dia akan menyambut saya dan menyediakan minuman biarpun saya tidak meminta. Walaupun terlanjur, saya langsung tiada niat untuk berkahwin dengannya. Saya perasan dia ada me*ngambil air mani saya selepas kami melakukan hubungan haram itu tapi tidak mengesyaki apa-apa.

Selepas isteri habis pantang, saya terus memberhentikan amah berkenaan kerana bimbang rahsia kami terbongkar hingga menyebabkan rumah tangga kami bergolak. Saya menyesal dan bertaubat kerana berzina de*ngan amah itu selepas tidak tahan dengan godaannya.

Ustaz yang mengubati mengesyaki saya terkena ilmu sihir yang dilakukan melalui pemujaan air mani dan masalah dingin terhadap isteri mula saya alami sebaik saja memberhentikan pembantu rumah itu.

Sebenar*nya bukan saya tidak bernafsu terhadap wanita tetapi apabila melihat isteri, saya memandangnya seolah-olah melihat seorang lelaki menyebabkan saya langsung tiada nafsu terhadapnya. Sebelum ini saya sudah beberapa kali mencuba perubatan moden termasuk mengambil pil perangsang lelaki tapi masalah ini masih tidak dapat diatasi.

Bagaimanapun, saya menyembunyikan kecurangan saya daripada isteri kerana bimbang ia akan memberi kesan terhadap rumah tangga kami. Saya kini makin pulih tetapi masih meneruskan rawatan lanjut”


sumber:http://fantasianetwork.blogspot.com

Kisah Benar Gadis Terlanjur Ketika Berusia 13 Tahun Semasa Study Dalam Rumah


KUALA LUMPUR : Ada ibu bapa percaya rakan anak datang ke rumah untuk belajar, tetapi akhirnya padah menimpa apabila alasan belajar diberi berakhir di bilik tidur.

Ada pula percaya anak berterus terang meminta izin untuk keluar dengan rakan sama ada lelaki atau perempuan untuk belajar, tetapi melencong ke tempat lain hingga kesudahannya ‘mendapat ilmu’ hal berkaitan seks.

Wartawan Metro Ahad menemui seorang remaja yang terlanjur seawal usia 13 tahun. Malah, seorang pelajar berusia 15 tahun yang ditemui di pusat siber di sini mengakui kerap melakukan seks oral bersama pasangan.

Mereka mengakui bukan daripada keluarga berantakan tetapi mengambil kesempatan di atas kepercayaan dan kealpaan ibu bapa yang bukannya tidak memberi didikan agama, malah bersikap tegas.

Berikut kisah dua pelajar yang ‘dahaga di awal usia’.

KES 1 – ADILAH, 13:

“SAYA mula disentuh teman lelaki awal tahun ini. Itulah kali pertama saya melakukan hubungan seks, saya sendiri tidak menyangka akan terlanjur dan ia berlaku dalam sekelip mata.

Ketika itu teman lelaki ‘cinta monyet’ saya (dikenali sebagai Helmi) berusia 12 tahun datang ke rumah untuk menghantar buku sekolah. Dia pernah beberapa kali datang ke rumah untuk belajar bersama dan ibu bapa saya mengenalinya.

Ayah dan ibu tiada di rumah kerana bekerja. Yang ada hanya adik saya.

Entah mengapa, tiba-tiba Helmi beria-ia mengajak saya masuk ke bilik. Hati saya berdebar-debar dan perasaan bercampur baur masa itu.

Sebaik masuk ke bilik, tanpa melengahkan masa Helmi terus menutup pintu. Entah mengapa saya merelakan saja. Kami terlanjur dan semuanya berlaku terlalu pantas.

Ayah dan ibu tidak mengesyaki apa-apa antara kami. Tambahan pula mereka mengenali Helmi dan tahu kami berkawan.

Helmi sudah beberapa kali datang ke rumah sebab tempat tinggal kami berdekatan. Mungkin dalam usia begini ayah dan ibu tidak percaya kami boleh terlanjur hingga melakukan hubungan seks, tetapi itulah hakikatnya.

Mereka (ayah dan mak) juga percaya dengan saya. Segala yang saya inginkan akan dipenuhi kerana saya anak sulung, meskipun tidak semuanya akan mereka beri.

Pun begitu, dalam masa sama saya takut dengan mereka. Mereka tegas dan sentiasa mengawal tindak tanduk serta segala aktiviti harian saya. Ayah adalah pensyarah manakala ibu guru sekolah menengah.

Dalam diam, mereka tidak tahu banyak perkara negatif antara saya dan rakan. Di kalangan rakan seusia, kami biasa melihat video lucah. Bercerita mengenai seks juga satu kebiasaan buat kami sejak usia saya 12 tahun lagi.

Telefon bimbit diberi ibu dan ayah dijadikan tempat menyimpan video lucah. Saya tidak berani berbuat demikian, tetapi tetap melihat video lucah di telefon bimbit rakan.

Saya terlanjur dengan kekasih juga sebab masing-masing ada perasaan ingin mencuba. Kerana ‘kesilapan’ pertama itu juga, akhirnya saya mengandung.

Selepas beberapa lama, saya tidak datang bulan. saya cuba beritahu ibu, tetapi takut untuk berbuat demikian.

Melihat perubahan diri saya, seorang saudara menyarankan saya membuat pemeriksaan doktor. Ayah dan ibu terkejut. Mereka tidak percaya dan menafikan saya boleh terlanjur sejauh itu.

Saya hanya mendiamkan diri dan tidak berkata apa-apa kerana takut. Ayah dan mak paksa saya memberitahu hal sebenar, namun saya juga menafikan sudah melakukan hubungan seks sebelum ini.

Akhirnya, ketika pemeriksaan dilakukan, saya disahkan mengandung. Ayah dan ibu sangat kecewa dan terpaksa menerima hakikat itu.

Saya dikurniakan cahaya mata lelaki. Dalam gembira menimang cahaya mata, saya turut kesal atas apa yang berlaku. Namun, semuanya sudah terlambat.

Saya lukakan hati ayah dan emak. Anak saya pula akan dihantar kepada keluarga angkat.

Tiada apa yang dapat saya lakukan melainkan rasa kesal yang tidak sudah-sudah, tetapi saya percaya masih ada ruang dan peluang untuk saya berubah.

KES 2 – RAHMAN, 15:

“SAYA mengenali seks sejak sekolah rendah lagi. Ada saja peluang ke pusat siber, saya dan rakan suka memasuki laman web lucah.

Selepas memasuki sekolah menengah, pergaulan saya bertambah luas dan bebas. Saya mula ikut rakan yang lebih tua daripada saya jadi mat motor (rempit).

Tak usah cakaplah mengenai rakan perempuan, apabila bergelar mat motor semua itu datang dengan sendirinya. Saya juga memiliki teman wanita (Liana, 15), dia rakan satu sekolah. Sudah hampir enam bulan kami bercinta.

Setiap malam, kami sentiasa habiskan masa bersama. Biasanya, saya beritahu ayah dan ibu keluar malam berjumpa Liana untuk belajar bersama. Mereka kenal Liana dan tahu hubungan kami.

Bukan semua masa saya luangkan dengan Liana untuk belajar. Kami suka lepak di pusat siber bersama untuk melayari laman web lucah, selain seronok melayani Facebook dan Hi5 bagi mencari kenalan baru.

Hujung minggu, saya dan Liana keluar merayau di Kuala Lumpur bersama rakan mat motor yang lain.Ke mana saya pergi, keluarga jarang cari. Abang dan kakak tidak pernah ambil peduli apa yang saya lakukan.Ayah juga tidak pernah marah saya bawa motosikalnya ke mana-mana pun. Saya anak ketiga daripada lima beradik.

Ayah kata, bagus juga saya belajar menunggang motosikal sekarang. Nanti, senang nak ambil lesen memandu nanti (pada usia 16 tahun).Dalam keluarga, ayah memang ‘sporting’. Saya dan dia macam kawan, saya cuma dilarang hisap rokok, sekalipun dia tidak tahu saya merokok sejak tingkatan satu lagi. Liana juga merokok.

Dia (ayah) pesan pada saya, yang penting sekali belajar rajin-rajin. Ayah dan ibu percaya dan sayang saya.Ayah tidak tahu saya pernah hisap ganja. Kadangkala ada rakan sekolah yang ‘senior’ beli ganja, kami kongsi bersama-sama. Saya belajar hisap ganja selepas tamat Penilaian Menengah Rendah (PMR) awal Oktober lalu. Biasanya kami beli dengan hasil perkongsian wang.

Bersama Liana, saya sangat bahagia. Saya cintakan dia, banyak perkara kami kongsi bersama. Banyak yang pernah kami lakukan bersama untuk mencuba sesuatu yang baru.

Apabila ada kesempatan berdua-duaan, kami suka menonton video klip lucah di rumah Liana bersama abangnya (berusia 17 tahun).Kami tidak pernah terlanjur lagi setakat ini, tetapi kerap melakukan seks oral bersama.

Di kalangan rakan, soal seks perkara biasa. Saya ada banyak koleksi video klip lucah dalam telefon bimbit.Pernah saya terfikir melakukan hubungan seks dengan Liana, tetapi abangnya tidak benarkan. Jika di rumah Liana, abangnya juga sering bersama kekasihnya. Semua yang ingin saya lakukan terbatas kerana abangnya sentiasa ada.

Biasanya kami berkumpul jika ayah dan ibu Liana tidak ada di rumah atau keluar ‘bekerja’. Ayah dan ibu Liana adalah jurujual.Di rumah saya, ‘line tak clear’. Ibu suri rumah dan jarang keluar. Sebab itu saya suka habiskan masa di rumah Liana jika ada masa terluang dengan alasan hendak belajar bersama.

Ibu tidak pernah persoalkan dan tanya apa saya buat. Dia hanya tahu saya pergi belajar atau sekadar lepak dengan kawan sekolah.Saya seronok dan suka dengan sikap terbuka mereka (ayah dan ibu), saya tidak rasa terkongkong.

Daripada habiskan masa sia-sia duduk di rumah, baik saya keluar dengan kawan. Yang penting ayah, ibu, abang dan kakak tidak melarang.Saya tidak pernah bosan dengan rakan, lagi pula duduk di kawasan apartmen memang banyak kenalan.Apa yang saya lakukan di luar, bak kata orang pandai makan, pandailah simpan.” – Maklumat.my

Disebalik Coretan Terima Kasih Kerana Rosakkan Saya

‘Terima Kasih’ kerana rosakkan saya
Saya gadis bertudung labuh
Muka saya putih pucat , bibir saya kelihatan suram
Saya memakai kaca mata
saya tak memakai make-up
bagi saya cantik itu tidak penting
yg penting kelihatan depan Allah , Tuhan kita

Terima kasih kerana rosakan saya
Saya seorang pendiam , kurang cakap sebab di tuntut dalam agama
Berfikir tentang kebesaran Nya
Waktu2 lapang saya , saya habiskan baca Al-Quran ,
smartphone di tangan bila perlu sahaja
saya suka berkebun dan tanam bunga , saya senyum lihat bunga saya

Terima kasih rosakan saya
Saya jarang tgk cermin ,
Sebab bila saya tgk cermin
Msti ada bisikan kata ‘ awak cantik , awak cerah , awak paling cantik’
Saya tak layan sebab saya tau ianya bisikan syaitan
Saya ignore , saya kekal dgn tudung labuh hitam saya
Saya tidak mengambil gmbar saya , saya tidak post gmabar saya dalam pesbuk
Atau media social yg lain , saya tidak harap manis depan manusia
Tapi manis depan Allah SWT

Terima kasih rosakan saya
Saya suka menulis post Islamic agar berdakwah di facebook
Saya bermunajat agar tidak terlibat dalam maksiat
Saya senyum di samping Al-Quran dan tasbih di tepi saya
Saya gembira ada kawan sehaluan saya

Terima kasih rosakan saya
Saya duduk di tepi dewan kuliah ,terlihat awak memandang saya
Pandangan awak terus ke mata saya
Saya tak selesa , saya beredar dari situ
Saya istighfar kepada Allah
Setiap hari awk memandang saya
Saya berasa malu , awak pandang saya
Saya Tarik hand-sock saya , tutup mulut saya
Saya segan bila awak tenung saya ,

Terima kasih rosakan saya
Saya teringat kat awak, tiada lelaki pernah begitu dgn saya
Saya ternanti2 bila lagi awak tenung saya
Kadang2 saya tersedar semua ini salah
Allah marahkan saya
Tapi pandangan mata awak mendominasi saya

Terima kasih rosakan saya
Biasanya saya menghabiskan masa membaca Al-Quran seperti biasa
Berusrah , dan membaca hadis
Menelefon mak saya
Tapi….
Suatu malam ,
Ada nombor tidak dikenali whatsapp saya
Saya tengok gmbr dia , gmbar dia
Saya tersenyum lebar. Awak cakap ‘Asalamulaikum “
Saya jawab ‘ waalaikumsalam”
Awak tnya esok kelas start kul brapa
Saya jawab kul 10 …..
Awak kata nak berkawan dengan saya
Saya kata insha Allah boleh…..
Dan berterusann…………………………………………….

Terima kerana rosakan saya
Tiap malam saya tunggu awak whatsap saya
Saya tunggu
Dan awak memang akan whatsapp saya
Saya gembira awak gembira
masa kosong saya
tidak lagi dengan Al-Quran
kini smartphone di tangan saya
tapi…. Dlam tu ada awak , awak temankan saya
kita hari2 texting , tu x ? saya suka

Terima kasih kerana rosakan saya
Saya suka awak pandang saya ,
Dan awak kata saya senyum manis ,
Saya tengok cermin , ermm memang betul la yg awak kata
Saya tengok cermin ,
Saya kata dengan diri saya , awak suka muka saya

Terima kasih rosakan saya
Hari tu , saya tak pakai tudung labuh hitam
Saya pakai tudung labuh pink
Then awak whatsapp , awak kata saya manis dengan tudung pink tu
Saya senyum , awak kata ‘saya suka awak’
Saya jugaaa

Terima kasih kerana rosakan saya
Saya tukar dp whatsapp saya , dgn gmbar saya
Gmbar saya tidak memakai tudung labuh , tapi tudung bawal
Awak kata , saya lebih manis
Saya suka bila awak cakap macam tu
Kawan2 saya tahu psal kita
Mereka kata saya dah maju
Malah mereka mengalakan saya
Saya tersenyum bila mereka kata awak suka saya
Hehe, saya suka

Terima kasih kerana rosakan saya
Saya terkejut bila kawan saya bgi saya chocolate
Dia kata dari awak , saya gembira
Saya tak sampai hati nak makan
Saya pun bagi awak Big Apple dan awak kata awak suka

Terima kasih rosakan saya
Hari ni saya pergi kuliah
Tidak tudung labuh , saya pakai tudung bawal
Yg awak kata saya lebih mainis
Saya tidak pakai kaca mata
Saya pakai contact
Seperti saya harap , awak kata saya lebih manis, saya gembira

Terima kasih rosakan saya
Tiap2 malam kita sembang
Awak bgtau masalah awak
Saya bgitau masalah saya
Saya ada awak
Awak ada saya
Tetapiiiiii
Tiba2 awak jarang dah whatsapp saya
Saya tunggu , awak tak wahtsapp
Saya whatsapp , awak tak balas
Saya sedih

Terima kasih rosakan saya
Saya dapat tahu awak ada ‘kawan’ baru utk whatsapp with
Awak tinggalkan saya
Saya rasa macam kena tipu
Tapi mcmna nak marah
Kita just kawan
Saya sedih , setiap masa saya fikirkan awak
Awak tak pandang saya lagii
Awak tak fikirkan saya lagi
Saya kecewa
Saya pandang cermin , saya buka tdung
Saya memakai lipstick merah
Agar awak pandang saya
Saya pergi dewan kuliah berpakaian begitu
Tapi awak tak pandang saya lagi
Awak sibuk dengan si Dia

Terima kasih rosakan Saya cari orang lain, saya berlipstick merah
Saya cari orang lain Untuk cemburukan awak, tapi awak tiada respond
Awak tak kisah Saya tekad Saya berkepit dengan orang baru saya
Saya senyum dengan lipstick merah saya

Tapi awak tidak kisah ,sebenarnya saya taknak dia
Saya nak awak Saya tekad upload gambar Saya bercium dengan orang baru saya Tapi awak tidak kisah

Awak…..
Saya menangis…….
Menangiss…..
Berfikir dua kali , saya .. saya menangis…
Bukan sebab awak , sebab saya dah lain
Saya hilang diri saya yg dulu , saya berdoa agar Allah bagi saya hidayah
Saya…. Allah help me
Astaghfirullah

# Nafsu itu menyerang sesiapa sahaja , kita mesti kawal
Jgn termakan pujukan dunia , mari kita sama2 berjuang kerana Nya

Kisah Benar Ustaz Melihat Jin Jilat Air Mayat

Sebagai seorang manusia, juga sebagai hamba Allah, kita amat ditegah sama sekali untuk menyekutukan Allah SWT. Ingatlah dosa syirik adalah doa yang tidak akan diampunkan oleh Allah.admin ingin berkongsi dengan anda semua, tentang satu kisah di mana seorang ustaz menyaksikan dengan mata kepala dirinya sendiri, satu lembaga sedang asyik menjilat air mandian mayat di sebuah sudut dalam sebuah rumah yang baru sahaja tuannya meninggal dunia. Apakah sebenarnya yang terjadi?

Kisah ini diceritakan sendiri oleh Ustaz Abdul Aziz kepada Johan Iskandar (wartawan) mengenai seorang nelayan yang gara-gara membela hantu raya bertujuan membantu setiap pekerjaan hariannya ke laut menangkap ikan sebelum ditimpa penyakit misteri yang berbulan-bulan ditanggung sehingga menghembuskan nafas terakhir disisi keluarganya.

Suausana sedih melanda keluarga arwah Wak Kejo setelah mengalami sakit misteri berbulan-bulan, akhirnya Wak Kejo menghembus nafas terakhir. Keperitan yang ditanggung Wak Kejo semasa nazak memberi keinsafan kepada isterinya, Tija serta 3 anak bujang lelakinya Samad, Seman dan Saiful.

Menurut penduduk kampong arwah Wak Kejo cukup gagah dan masih tegap seperti orang muda walaupun usianya yang sudah mencapai 80-an. Setaiap hari Wak Kejo tidak pernah mengeluh apabila melakukan kerja hariannya ke laut menangkap ikan. Kalau dilihat dari segi kerja Wak Kejo, orang muda pun tidak mampu melakukan sepertinya. Tetapi bagi wak Kejo kerja berat menarik pukat bersendirian tidak pernah membuatnya sakit atau letih. Begitu juga dengan selera Wak Kejo membuatkan isterinya merasa hairan.

Selalunya pada usia seperti Wak Kejo orang lain sudah kehilangan selera makan dan nafsu seks. Tetapi berbeza dengan Wak Kejo yang selalu bertenaga dan berselera besar. Isterinya pula menyangka suaminya cukup sihat dan kuat kerana mengamalkan ubat akar kayu. Oleh kerana kekuatan yang luarbiasa, Wak Kejo menjadi buah mulut penduduk kampong yang memuji dan kagum dengan kehebatannya.

Kerjanya di laut, dia sangat kuat. Biasanya dia hanya bersendirian melakukan kerja sebagai seorang nelayan. Subuh lagi dia sudah keluar ke laut dan sekitar jam 8 pagi dia sudah pulang membawa banyak hasil laut yang cukup berbaloi untuk keluarganya. Oleh kerana ketiga-tiga anaknya bekerja di bandar Wak Kejo melakukan semua kerja itu seorang diri walaupun ramai yang meregui kemampuannya.

Walaupun gagah mana, takdir tidak boleh di elak. Akhirnya Wak Kejo jatuh sakit secara mengejut. Peliknya dia tidak menghadapi sebarang penyakit seperti darah tinggi, kencing manis mahupun buah pinggang. Sakit yang dialaminya cukup menyeksanya sehingga dia terbaring kaku di atas katil. Walaupun sakit seleranya tetap sama seperti dulu.

Selalunya rutin makan Wak Kejo ialah nasi bersama seekor ayam bakar. Sebaik saja makanan itu dihidangkan kepadanya, sekelip mata saja Wak Kejo boleh habiskan seperti orang sedang lapar sangat. Dia selalu merenget meminta makanan walaupun baru sebentar tadi sudah dihidangkan kepadanya. Isterinya cukup hairan dengan sikap suaminya yang luarbiasa itu. Sepanjang hidup bersama Wak Kejo belum pernah dia melihat suaminya melantak semua makanan itu dalam masa singkat.

Semakin hari penyakitnya semakin parah. Setiap hari ada saja penduduk kampong datang ke rumahnya melawat dan membaca Yassin. Setiap kali dibacakan Yassin, Wak Kejo akan meraung kepanasan. Beberapa orang doctor pernah datang ke rumah Wak Kejo untuk merawat penyakitnya, namun selepas diperiksa mereka berkata Wak Kejo tidak mengalami sebarang penyakit. Mereka percaya Wak Kejo mengalami penyakit tua. Semakin hari mukanya semakin pucat dan hitam seperti kepanasan cukup menggerunkan.

Isteri dan anak-anaknya tidaksanggup melihat penderitaan yang di alami Wak Kejo. Akhirnya mereka memanggil Ustaz Aziz yang tinggal di kampong seberang untuk membantu masalah itu.

“Dah berapa lama Wak Kejo sakit Mak Tija?”. Tanya Ustaz Aziz yang duduk disebelah suaminya.

“Adalah lima bulan,” balasnya sayu.

“Masya Allah,” ucapnya perlahan sambil mengeleng kepala melihat wajah Wak Kejo.

Ustaz Aziz kemudiannya membaca sesuatu sambil menyentuh dahi Wak Kejo perlahan-lahan.Dia membaca beberapa surah untuk meringankan kesakitan Wak Kejo.

“Jangan sentuh aku! Panasss….” Jerit Wak Kejo sebaik saja Ustaz Aziz menyentuh dahinya buat kali ketiga.

Beberapa orang penduduk kampong sedang membaca Yassin da nada yang sedang duduk di ruang tamu rumah Wak Kejo tersentak mendengar jeritan kuat Wak Kejo. Walaupun Wak Kejo kelihatan nazak, tapi suaranya amat kuat bertenaga. Ustaz Aziz dapat merasakan kelainan suara itu yang dianggap bukan suara Wak Kejo.

Ustaz Aziz terus membaca ayat al-Quran dengan diikuti bacaan Yassin oleh penduduk kampung. Keadaan Wak Kejo semakin gelisah. Dia cuba meronta ke kiri dan kanan seperti kesakitan. Selama sejam Wak Kejo meronta dan meraung kepanasan. Dia beberapa kali meminta air untuk minum kerana terasa badannya terlalu panas. Akhirnya tanpa disedari wak Kejo menghembuskan nafas terakhir. Tiba-tiba saja badanya yang gempal bertukar menjadi kurus kering seperti sudah lama meninggal dunia.

“Mak Tija, Wak Kejo sudah meninggal dunia. Pergilah panggil tukang mandi mayat segera. Jangan lengah-lengahkan lagi. Mayat arwah perlu dikebumikan segera,” kata Ustaz Aziz tenang.

Sementara menunggu tukang mandi mayat tiba, mereka membiarkan jenazah arwah Wak Kejo di ruang tamu rumah itu. Memandangkan hamper masuk waktu Isyak, semua tetamu kemudiannya turun dari rumah ke surau tidak jauh dari situ untuk solat Isyak. Selepas solat Isyak, jenazah Wak Kejo dimandikan dan dikapan. Jenazah arwah kemudian dikebumikan di tanah perkuburan Islam di hujung kampong pada malam tersebut.

Selesai kebumian, pada malam itu tinggallah Mak Tija, 3 orang anaknya dan beberapa orang ahli keluarganya. Kerana letih kebanyakkan mereka tertidur. Tidak beberapa lama kemudian, Mak Tija terdengar bunyi seperti sesuatu menyusur di bawah rumahnya tempat arwah Wak Kejo dimandikan tadi.

Pada mulanya, Mak Tija ingatkan kucing, bagaimanapun bunyi itu semakin kuat seperti sesuatu sedang menjilat air. Mak Tija cuba memberanikan diri turun ke bawah rumahnya sambil membawa lampu picit. Sebaik saja dia menyuluh ke arah bunyi suara itu, Mak Tija terkejut apabila melihat sesusuk tubuh manusia tinggal rangka menyerupai suaminya sedang menjilat air mayat.
SERAM! USTAZ MELIHAT JIN MEJILAT AIR MAYAT (KISAH BENAR)
Mak Tija mula rasa takut, bulu romanya tegak berdiri. Namun dia masih menyuluh kea rah lembaga itu dengan berani. Lembaga itu sedang berlutut di bawah rumah. Pada mulanya Mak Tija cuba merahsiakan perkara itu kepada sesiapa walaupun keluarga terdekat tetapi kerana takut perkara itu berulang kembali dia menceritakan perkara itu kepada Ustaz Aziz saja pada keesokannya.

Ustaz Aziz bersetuju membantu Mak Tija dan berjanji akan datang ke rumahnya pada lewat malam. Seperti mana yang dijanjikan, Ustaz Aziz melihat sendiri lembaga seperti arwah Wak Kejo sedang menjilat-jilat air mayatnya bagai kehausan. Ustaz Aziz kemudiannya segera membaca ayat Kursi dan secepat kilat lembaga itu hilang dari pandangan mereka. Sejak peristiwa itu, lembaga Wak Kejo tidak lahi pulang ke rumahnya.

Setelah diselidik latar belakang arwah Wak Kejo, rupanya selama ini arwah Wak Kejo ada membela hantu raya untuk membuat dia kelihatan muda dan kuat tanpa perlu diketahui isteri serta anak-anaknya. Setiap kerja yang dilakukan Wak Kejo semuanya dibantu oleh hantu raya itu. Kerana itulah dia lebih suka bersendirian pergi menangkap ikan kerana bertemankan hantu raya yang dibelannya.

Kejadian serupa ini banyak berlaku di mana-mana apabila individu tertentu bersekongkol dengan jin atau syaitan. Perkara ini haruslah menjadi pengajaran kepada kita semua supaya dapat menghindarkan diri dari kejadian yang dimurkai Allah SWT. A’uzubillah-


sumber:http://www.myinfo4u.net/

Kisah Benar Lelaki Mati Selepas Berz1na Dengan Bidadari Cantik

Kisah sebagai peringatan dan renungan mudah-mudahan kita ambil ikhtibar dari apa yang berlaku.Mungkin generasi sekarang tidak percayakan kisah-kisah seperti ini namun ingatlah kejahatan pasti terbongkar jua.

perkongsian saya pada kali ini,bukan lah satu topik yang hangat atau berita yang sensasi,tetapi bekenaan cerita mulut orang dulu-dulu,dek kerana mulut lah dia  mendapat malu,malah sehingga mencabut nyawa sendir kerana nafsu serakah yang tidak bertempat,berdasarkan kisah sebenar dan memang terjadi,cuma tidak terpapar di dada akbar sahaja.

Jamil merupa kan seorang petani,dan pekerjaan tetap nya dengan bersawah dan membuat kerja kampung,pernah berberapa kali beristeri dan biasanya cuma bertahan kurang setahun sahaja,entah apa sebab nya pun kita tak berapa nak ambil tahu,namun mengikut khabar angin,dia ni suka mengamalkan persetuhan luar biasa atau pelik,kerana itu lah isteri nya bertukar ganti.namun kerana berasal dari keturunan berada,punya harta dan wang yang banyak,maka mendapat isteri

baru dan cantik tak ubah seperti menukar baju,Nak di jadikan cerita,Sewaktu menikmati hidangan makan tengahari,Jamil memberitahu dengan isteri nya yang dia ingin kesawah dan bermalam di sana,kerana ingin turun ke sawah awal pagi,di sebabkan terlalu  bimbang padi akan rebah dan rosak bila terkena air terlampau lama.dalam sikap rajin yang ada pada Jamil ni,satu sahaja yang kurang nya,dia ni pantang berjumpa dengan kaum hawa,tak kira tua atau muda pasti di tegur dan di umpan dengan kata-kata cinta dan memberahikan.

Setibanya Jamilbdi sawah,dia ternampak makcik Eton terbongkok-bongkok di petak sawah nya,makcik Eton ni dah menjangkau usia 52 tahun,kira dah nenek-nenek lah tu.Jamil pun menyapa,Mak Eton…. tak balik lagi?makcik Eton pun menoleh kearah Jamil yang terpacak sambil mencekak pinggang tak ubah seperti seorang mandur memerhati kan anak buah nya.Belum lagi

Mel,senja sikit lah aku balik,kau pula kenapa baru nak datang,Saya nak bermalam kat sawah malam ni mak Eton,kalau Mak Eton nak teman kan saya,apa salah nya,lagi pun malam ni,pak  Hassan ada ceramah agama,mana lah tau kalau-kalau mak Eton nak teman kan,tidak lah saya sunyi sorang-sorang .hisshh gila kamu ni Jamil,aku ni dah tua,lagi pun kan tak elok Jamil.aku ni dah sebaya mak engkau dah,rungut mak eton.

Tak mengapa lah Mak Ton,saya saja nak bergurau,mana lah tahu mak eton sudi,kata Jamil sambil ketawa dan meninggal kan mak eton yang sibuk di sawah nya,selepas siap masak makanan ala kadar untuk malam itu,Jamil pun makan sambil di temani lagu-lagu menarik di corong radio mini hadiah cabutan bertuah dari kedai runcit chai kit chong.selera makan malam Jamil terganggu dengan gigitan nyamuk yang banyak sekali,puas Jamil membuat ungun api dan membakar ubat nyamuk,namun seperti tiada kesan kepada nyamuk malam itu,semakin banyak pula nyamuk yang mengerumuni susuk tubuh Jamil.

Dek kerana sakit hati melihat keadaan luar biasa nyamuk malam tersebut,Jamil dengan angkuh nya menjerit,hoi nyamuk celaka!kalau bukan kerana kau ni kecil,aku dah tetak/potong kepala korang.aku nak berehat pun susah.Sehingga lah berlarutan,Jamil melihat jam tangan nya,jelas

menunjukkan tepat pukul 11 malam.namun entah kenapa mata nya payah nak lelap,sambil tangan tak henti menepuk sini menepuk sana,kerana nak membunuh nyamuk yang menghisap darah nya,kesabaran Jamil mula tiba di kemuncak,sekali lagi Jamil merungut seorang diri,sehingga lah Jamil berkata,hey nyamuk.jika kau  nak sangat menghisap darah aku,kau cari kan aku bidadari cantik untuk teman kan aku malam ni,Teriak Jamil  seorang diri.

Entah kenapa,selepas Jamil  bercakap begitu kepada nyamuk,dengan tidak semena mena,nyamuk tak menggigitnya tadi malah  hilang begitu saja.Sehingga  menjadi sunyi.ketika itu datang lah

seekor nyamuk gergasi sebesar sebiji cempedak.tiba-tiba bercakap  dengan Jamil ,Bidadari yang seperti mana tuan hajatkan? kata raja nyamuk kepada Jamil.Jamil pun menjawab dengan angkuh nya,aku nak perempuan muda,lawa bertaraf puteri,untuk bersetubuh dengan aku malam ni,begitu lah permintaan Jamil kepada nyamuk besar tadi.setelah mendengar permintaanJamil, Nyamuk gergasi tadi telah pergi  meninggakan tempat tersebut.

Kurang dari setengah jam,tiba-tiba pintu pondok Jamil di ketuk bertalu-talu,perasaan Jamil mungkin yang mengetuk pintu itu isteri nya.Jamil pun bingkas bangun dan menuju kaearah pintu untuk membuka nya,berdiri seorang wanita matang,dengan potongan badan yang pasti mengugat hati yang memandang.Jamil  bertanya, Datang dari mana.Namun perempuan tadi pun tidak

menjawab dan hanya  bersenyum melihat Jamil.tanpa berlengah lagi,Jamil mempelawa perempuan tadi masuk ke pondok nya,ketika itu lah Jamil cuba mengorak langkah untuk menggoda wanita tadi, dengan harapan mendapat kuih asli.dalam kain puteri tadi,

Tiba-tiba puteri tadi berkata,aku di utuskan oleh rajaku bagi memenuhi tuntutan mu keatas nyamuk-nyamuk yang menghisap darah mu tadi.Dan aku akan penuhi segala hajatmu,tetapi dengan syarat,setelah kamu mendatangi aku,hendak lah kamu kencing di sungai sebelum terbitnya fajar;.Mendengar kata-kata tersebut,Jamil menjadi tak keruan kerana terlampau gembira dapat menikmati tubuh pejal,muda remaja  malam itu.Tanpa berlengah lagi,Jamil mengiring puteri ke tempat tidur nya,yang cuma beralas tikar mengkuang.Maka bermula lah adengan kenikmatan antara Jamil bersama seorang puteri yang Jamil sendiri tidak tahu asal nya.daripada pelukan

mesra,kucup mengkucupi,Jamil sudah bersedia membenam keris pusaka berusia 42 tahun kedalam perigi nikmat mahluk yang bergelar puteri,puas Jamil mencuba,namun begitu payah keris nya nak menembusi dinding keperawanan puteri tersebut.Jamil mencuba berbagai teknik,namun tidak berhasil,sedangkan puteri tadi diam kaku tak ubah seperti mayat.Akhir hya Jamil berjaya

menembusi benteng pusaka puteri,Jamil bertambah ceria dan sangat gembira kerana menyetubuhi seorang puteri yang nyata masih suci murni.tidak juga terlalu lama,cuma bertahan 10 minit sahaja,akhir nya Jamil terkulai kepuasan.Setelah membersihkan diri,puteri tadi menghilangkan diri tanpa Jamil sedar,

Hampir pukul 4 pagi,baru lah Jamil terjaga dari tidurnya,dan mencari puteri,namun entah kemana,ketika itu juga lah Jamil mula mengigil ketakutan bila mendengar bunyi puntianak mengilai dan bersahut sahutan tak ubah seperti sebuah pasar.Jamil amat ketakutan,nak lari,sejauh mana saja boleh lari,lantas Jamil cuma mendiam kan diri tanpa menghiraukan bunyi puntianak tadi,Jamil

mengambil lampu suluh dan keluar dari pondok nya,ternyata luar terang benderang dek kerana pancaran bulan purnama.Jamil  keluar menuju sungai di celah celah pohon padi di sawah ,dan tanpa berfikir panjang Jamil menunai kan hajat.maka Jamil  kencing lah kedalam sungai

tersebut,bila terkena saja air kencing nya kesungai,tiba tiba Jamil rasakan kemaluan nya memanjang,panjang dan panjang……Jamil menjadi terperanjat dan cemas sambil berlari ke pondok nya,setiba nya Jamil di pondok,mula lah dia menarik kemaluan nya,namun tidak juga

habis-habis,malah semakin panjang,hampir segenap ruang pondok nya di penuhi dengan lingkaran kemaluan nya,beratus-ratus kali Jamil  cuba  menampar muka nya sendiri dengan harapan itu cuma mimpi.

Sehingga lah ke siang hari,ketika isteri Jamil tiba di sawah,isteri Jamil atau nama gelaran yang selalu Jamil guna kan untuk memanggil isteri nya ialah Anje.Mata Anje melilau di segenap sudut

sawah,namun tidak juga menemui kelibat suami nya,sehingga lah Anje tiba di pondok sawah mereka,belum pun sampai di kawasan pondok .Anje ternampak seekor ular sebesar pergelangan tangan menusup kearah nya,Anje menjadi terperanjat dengan kehadiran ular aneh

tersebut,sepantas kilat Anje menetak tubuh ular tadi sehingga terputus.yang di tetak depan mata Anje,tetapi dalam pondok pula bunyi orang menjerit kesakitan,sangat kuat bunyi nya,dan Anje

kenal sangat dengan suara tersebut.Anje pun berlari ke arah pondok dan membuka pintu,kelihatan suami nya tengah nazak bertarung nyawa,dan begitu juga dengan pondok yang menyenget hampir runtuh kerana kemaluan Jamil yang panjang tidak henti henti bermula awal pagi dan terhenti setelah isteri nya menetak seekor ular di kawasan pondok mereka,

Dalam keadaan nazak dan teketar ketar,Jamil mencerita kan apa yang telah terjadi sehingga kisah dia bersetubuh dengan puteri nyamuk,dan pertumbuhan drastik kemaluan nya dan cuma terhenti setelah di tetak oleh isteri nya.semasa bercerita,Nadi Jamil semakin lemah,manakala isteri nya pula dapat merasakan degupan jantung Jamil dah terlampau lemah Anje pula tak henti henti menagis, menangis kerana kecurangan suami nya dan sedih melihat keadaan suami nya,akhir nya Jamilmenghembus nafas terakhir nya di pangkuan isteri nya.baru lah kemaluan Jamil dam kemalikembali kepada asal.Namun tinggal sia sia sahaja,kerana Jamil meninggal dunia dalam keadaan zina dan mengaibkan.namun apakah dosa yang di buat terhadap isterinya terampun merana berzina ketika isteri nya masih sihat?

Dan begitu lah berakhirnya riwayat seorang lelaki hypersex di tangan mahluk ghaib.dalam situasi yang menyayat hati.Kisah ini benar benar terjadi di kawasan Kuala belait,Brunei suatu masa dahulu.namun kisah nya di angkat kembali untuk di kongsikan,dan bukan untuk mengaibkan,sekadar memberi peringatan kepada generasi kini dan yang akan datang,agar dapat mengawal nafsu,dan tidak melakukan hubungan sex keterlaluan dan luar biasa.insyaAllah.


sumber:myinfo4u.net

Geng Blogger

Putera Izman